Remaja & Nasionalisme

Remaja & Nasionalisme

ADA asumsi, remaja sekarang tak punya jiwa nasionalis. Anak muda sekarang berbeda dengan remaja dulu. Sekarang lebih mementingkan egonya. Beberapa dari mereka menolak asumsi tersebut. Menurutnya, tidak benar remaja sekarang tidak punya jiwa nasionalis.
Mereka juga menolak pendapat yang mengatakan anak muda hanya mementingkan ego pribadi. Walau banyak juga yang seperti itu, tapi tidak semuanya. Jadi tidaklah tepat, jika semua anak muda dipukul rata seperti itu hanya karena beberapa orang yang antipati pada negeri ini. intinya masih banyak remaja yang punya jiwa kebangsaan.
Menilai anak muda sekarang bukanlah dengan kacamata dulu. Sebab, situasi dan kondisi-nya berbeda. Zaman dulu, anak muda yang mau mengangkat senjata melawan penjajah, dikategorikan nasionalis. Patokan itu jelas tidak relevan lagi bila diterapkan saat ini. Sekarang perang tak lagi berkecamuk. Karenanya mereka menampakkan rasa nasionalis dalam bentuk yang lain. Misalnya belajar serius dan menghasilkan sebuah karya yang mengharumkan bangsa Indonesia.
Beberapa remaja juga menolak bila nasionalisme selalu dikaitkan dengan perang dan politik. Menurut mereka, dengan tidak melakukan hal-hal negatif, sudah termasuk wujud cinta bangsa. Memakai produk dalam negeri pun bisa dianggap sebagai bentuk cinta tanah air. Bukan cuma pemuda sebagai pelajar, mereka yang kurang beruntung mengeyam pendidikan dan menjadi tenaga kerja juga mempunyai dedikasi yang tinggi pada bangsa ini. Termasuk pemuda pemudi Indonesia yang bekerja sebagai tenaga kerja Indonesia di luar negeri, juga punya jiwa kebangsaan tinggi. Meski hanya kerja sebagai buruh, tapi dedikasi dan keuletan mereka sangat luar biasa. Penghasilan yang didapat di negeri orang, digunakan untuk membangun di kampung halaman. Mereka tetap ingat dengan tanah kelahirannya.
Langkah awal guna menyadarkan remaja untuk cinta tanah air juga bisa dibuat dalam format baru, misalnya setiap kali peringatan hari nasional diadakan kegiatan yang bisa memberikan saluran apresiasi terhadap anak muda. Lebih jauh lagi, di lingkungan keluarga dibentuk satu kebiasaan yang kondusif membentuk semangat patriotisme.
Satu hal yang bisa ditambahkan dalam catatan ini, yaitu bahwa masih banyak remaja yang peduli terhadap lingkungan sekitarnya, aktif dalam suatu komunitas yang dapat memberikan dampak positif bagi tumbuh kembang kehidupannya di masa yang akan datang, sebagai salah satu contoh aktif dalam kegiatan PIK Remaja merupakan rasa kecintaan terhadap bangsa dan negara yang dituangkan dalam bentuk kegiatan positif memberikan informasi, edukasi dan advokasi bagi remaja lainnya.
Semoga di hari PERINGATAN HUT KEMERDEKAAN RI ke-66 ini, Remaja Indonesia semakin menampilkan rasa kecintaannya terhadap tanah air yang sudah diperjuangkan oleh para pendahulu kita.
BRAVO REMAJA INDONESIA… BRAVO INDONESIAKU… DIRGAHAYU INDONESIAKU.***
“blog remaja dan nasionalisme”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s